Jumat, 28 April 2017

PERANG DUNIA II DAN PENGARUHNYA BAGI INDONESIA



PERANG DUNIA II DAN
PENGARUHNYA BAGI INDONESIA
A. Perang Dunia II di Daratan Eropa
Seperti telah disebut pada 1 September 1939 Jerman menyerang Polandia. Serangan ini menandai munculnya Perang Dunia II. Pendudukan Jerman atas Polandia menjadi ancaman bagi Uni Sovyet. Oleh karena itu, Uni Sovyet menyerang Polandia dari arah Timur. Tujuan serangan Uni Sovyet adalah untuk
membendung ancaman atau gerakan tentara Jerman ke daerah di sebelah Timur Polandia. Akhirnya, Polandia diduduki oleh Jerman dan Uni Sovyet.Sedangkan Inggris dan Perancis tidak mampu menolong Polandia, meskipunkedua negara itu telah menyatakan perang kepada Jerman pada 3 September1939.
Pada tanggal 10 Mei 1940, Jerman menyerbu Belanda, Belgia, dan Luxemburg. (Perhatikan Gb. 2.1: Serangan Jerman di Front Barat). Serangan inidilanjutkan ke Perancis pada awal bulan Juni 1940, melalui kota Sedan Perancis yang diserang dari Utara dan Selatan tidak dapat mempertahankan diri dari serangan Jerman. Oleh karena itu, Jenderal de Gaulle melarikan diri ke Inggris untuk membentuk pemerintahan pengasingan di London, Inggris. Jerman melanjutkan pertempuran di front Barat dengan menyerbu Inggris.
Usaha Jerman untuk menguasai Inggris mengalami kegagalan karena beberapa
sebab, di antaranya:
 (1) wilayah Inggris terpisah dari daratan Eropa sehingga
      Jerman tidak dapat menyerang Inggris secara langsung,
 (2) Inggris memilikiangkatan perang yang lebih baik dibandingkan negara-negara Eropa daratan,dan
 (3) Inggris mendapat bantuan peralatan perang dari Amerika Serikat.  
Atasdasar kenyataan itu, Jerman bersama-sama dengan Italia dan Jepang
menandatangani pakta pertahanan militer pada tanggal 27 September 1940,
21

yang berisi kesepakatan untuk saling membantu apabila salah satu dari mereka
diserang oleh negara lain.
Di samping front Barat, Perang Eropa juga terjadi di front Timur dengan
pusat peperangan di wilayah yang memisahkan Jerman dan Uni Sovyet. Pada
tanggal 22 Juni 1941, Jerman melancarkan serangan ke arah Timur dengan
tujuan untuk menguasai Uni Sovyet. (Perhatikan Gb. 2.3). Serangan Jerman ke
arah Timur sangat merugikan Jerman karena menyebabkan hubungan Uni
Sovyet dengan Perancis dan Inggris menjadi lebih dekat, sehingga kekuatan
lawan menjadi lebih kuat.
B. Perang Pasifik dan Pengaruhnya Bagi Indonesia
   1. Perang Pasifik
Perang Eropa kemudian berubah menjadi Perang Dunia II, setelah
Jepang membombardir Pearl Harbour pada 7 Desember 1941. Hancurnya
Pearl Harbour, memudahkan Jepang untuk mewujudkan cita-citanya, yaitu
membentuk Persekmakmuran Asia Timur Raya. Daerah-daerah di Asia
Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia
berhasil diduduki oleh Jepang. (Lihat Gb. 2.4).
Jepang dengan mudah menguasai daerah-daerah di Asia Timur dan Asia Tenggara. Seolah-olah, Jepang tidak mendapat perlawanan yang berarti dari negara-negara Barat (Inggris, Perancis, Belanda, dan Amerika Serikat) untuk menguasai daerah-daerah Asia Tenggara. Jepang mulai mengalami kesulitan,
setelah Amerika Serikat menarik sebagian pasukannya dari Eropa. Pada bulan Mei 1942, serangan Jepang terhadap Australia dapat dihentikan karena tentara Jepang menderita kekalahan dalam pertempuran Laut Koral (Karang). Serangan Jepang terhadap Hawai juga dapat digagalkan oleh tentara Amerika Serikat dalam pertempuran di Midway pada bulan Juni 1942. Pada bulan Agustus 1942,
pasukan Amerika Serikat mendarat di Guadalkanal (Kepulauan Solomon) dan pada bulan Februari 1943, tentara Jepang telah dipukul mundur dari sana dengan menderita kerugian yang sangat besar.
Sejak tahun 1943, Jepang harus merubah strategi perangnya dariofensif (menyerang) menjadi defensif (bertahan). Pendek kata, kendali Perang Pasifik mulai dipegang Amerika Serikat. Artinya, Amerika Serikatlah yang menentukan waktu serangan akan dilakukan. Sedangkan Jepang sebagai pihak yang mulai terdesak hanya bisa menunggu dan berusaha untuk mempertahankan wilayah yang telah didudukinya.
   2. Menjelang berakhirnya Perang Pasifik dan Pengaruhnya bagi
Indonesia
      Jepang secara perlahan, tapi pasti harus mengakui keunggulan Amerika Serikat di setiap medan pertempuran. Pada bulan Februari 1944, pasukan Amerika Serikat berhasil mengusir tentara Jepang dari Kwayalein di Kepulauan Marshall. Pasukan Sekutu terus bergerak menuju ke Jepang sebagai pusat
kekuatannya. Pada bulan Juni 1944, pasukan pengebom B-29 Amerika Serikat mulai berhasil melumpuhkan pasukan Jepang di beberapa daerah yang strategis. Bahkan, Angkatan Laut Jepang berhasil dilumpuhkan oleh pasukan Sekutu di Laut Filipina. Pada bulan Juli 1944, Jepang harus kehilangan pangkalan Angkatan Laut di Saipan (kepulauan Mariana). Ketika pasukan Jepang kewalahan menghadapi pasukan sekutu, Jepang kemudian berusaha mendapatkan dukungan dan bantuan daerah jajahan untukkeperluan perang. Oleh karena ituJepang kemudian mengadakan mobilisasi politik dan ekonomi wilayah jajahan, termasuk wilayah
jajahan Indonesia. Mobilisasi politik dilakukan dengan cara membentuk organisasi militer dan semi militer. Organisasi militer dan semi militer itu antara lain Heiho, Pembela Tanah Air (PETA), Jawa Hokokai, Gerakan Tiga A dan Pusat Tenaga Rakyat (Putera). Semua organisasi itu dibentuk oleh Jepang dengan harapan dapat mendukung Jepang dalam perangnya melawan pasukan sekutu. Di samping itu, untuk semakin menarik simpati rakyat Indonesia agar mendukung Jepang dalam Perang Asia Timur Raya, Jepang memberikan ‘janji kemerdekaan di kemudian hari’. Indonesia pun dijanjikan akan diberikan
kemerdekaan di kemudian hari. Untuk itu Jepang kemudian membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Dalam bahasa Jepang BPUPKI disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. Untuk melanjutkan tugas-tugas persiapan kemerdekaan Indonesia, BPUPKI kemudian diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dalam bahasa Jepang PPKI disdebut dengan Dokuritsu Junbi Inkai. Untuk semakin meyakinkan rakyat Indonesia, Komando Tentara Jepang wilayah
Selatan menyepakati bahwa Indonesia akan diberi kemerdekaan pada tanggal 7 September 1945. Bahkan, beberapa pemimpin Indonesia (diantaranya Sukarno) diundang pemerintah Jepang untuk menerima informasi tersebut.
24Sedangkan mobilisasi ekonomi dilakukan dengan memaksa pendudukuntuk menyerahkan kekayaannya guna kepentingan perang, demi kemakmuran bersama. Setiap penduduk diwajibkan menyerahkan kekayaannya kepada pemerintah Jepang. Rakyat harus menyerahkan barangbarang berharga (emas dan berlian), hewan, bahan makanan kepada pemerintah Jepang. Untuk memperlancar usaha-usahanya, Jepang membentuk Jawa Hokokai (Kebaktian Rakyat Jawa) dan Nogyo Kumiai
(Koperasi Pertanian). Mobilisasi politik dan ekonomi yang dilakukan Jepang cukup berhasil, tetapi tidak cukup untuk menghadapi serangan pasukanSekutu. Pasukan Jepang pun akhirnya mengakui keunggulan pasukan sekutu. Apalagi setelah kota Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom oleh Amerika
Serikat. Kota Hiroshima di bom pada 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945.. Sebelum sempat memberikan kemerdekaan kepada Indonesia, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Sementara perang yang terjadi di daratan Eropa sudah lebih
dulu berakhir dengan menyerahnya Jerman kepada Sekutu pada 7 Mei 1945.

     C. Berakhirnya Perang Dunia II dan Pengaruhnya Bagi NegaraNegara Jajahan
         Sebagaimana diketahui bahwa Jerman berhasil menduduki sebagianbesar Eropa Kontinental. Perancis Utara, Belgia, Belanda, Luxemburg, Austria,Hongaria, Rumania, Bulgaria, dan negara Balkan sampai ke Kretta berhasil diduduki oleh Jerman. Pendudukan Jerman atas Rumania yang kaya akan
minyak ditentang oleh Uni Soviet. Menteri Luar Negeri Uni Soviet, Mutolof minta pertanggungjawaban Jerman atas agresinya ke wilayah sebelah Timut, tetapi tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Uni Soviet menjadi sekutu Inggris, namun, Rumania dan Bulgaria memihak Jerman. Sementara, pasukan Italia berhasil dikalahkan oleh pasukan Inggris yang dipimpin oleh Wavell dalam pertempuran di Afrika Utara. Kekalahan itu menyebabkan terjadi kerusuhan di dalam negeri Italia. Untuk menghindari
masukn ya pasukan Inggris ke Italia, Jerman mengirimkan pasukannya ke Italia untuk menduduki beberapa daerah yang strategis. Italia berada di bawah pengawasan tentara Jerman. Pasukan Jerma di bawah pimpinan Erwin Rommel menyerbu Afrika dan berhasil memukul pasukan Inggris sampai ke
perbatasan Mesir. Kemenangan pasukan Jerman di berbagai medan pertempuran mulai
mendapat pukulan dari pasukan Sekutu sejak tahun 1942. Tanda-tanda kekalahan Blok Poros (Jerman, Italia dan Jepang) mulai tampak dari peristiwaperistiwa sebagai berikut:
         1. Kekalahan Jepang dalam pertempuran Laut Karang pada 7 Mei 1942.
         2. Tentara Jerman menderita kekalahan dalam pertempuran di El-Alamein,
              dekat Alexandria dari pasukan Inggris yang dipimpin oleh Robert Montgomery dan Alexander.
         3. Pasukan Jerman yang menyerbu Rusia berhasil dikalahkan oleh tentara Uni Soviet yang dipimpin      oleh Marsekal Syukof dalam pertempuran diStalingrad.
         Di samping itu, Jenderal Dwight D. Eisenhower berhasil mengirimkan pasukannya ke Italia melalui Sicilia dan Napoli. Tentara Jerman gagal mempertahankan Italia. Mussolini terbunuh dan Italia menyerah kepada Sekutu pada bulan Mei 1944. Pendaratan tentara Sekutu di pantai Selatan Italia dan
Perancis merupakan gerak tipu untuk memancing pasukan tank Jerman agar bergerak ke Selatan. Pada hal, Sekutu akan mendaratkan pasukannya secara besar-besaran di Normandia. Sementara, pasukan Uni Soviet berhasil memukul mundur pasukan Jerman dalam pertempuran di Stalingrad, dan secara berturut-turut berhasil merebut Polandia, Rumania, dan Bulgaria. Bahkan bersama-sama dengan pasukan partisan Joseph Bros Tito, pasukan Uni Soviet berhasil membebaskan Yugoslavia (1944) dan Hungaria (1945)dari kekuasaan Jerman.
         Di medan pertempuran Barat dan Tengah, pasukan Eisenhower dan pasukan Montgomery enyerbu Normandia pada 6 Juni 1944. Jenderal Rommel dan Rundstedt tidak mampu menahan gempuran pasukan Sekutu. Pada bulan Agustus 1944, Perancis berhasil direbut dari kekuasa-an Jerman.
Sedangkan Belgia berhasil dimerdekakan dari kekuasaan Nazi 10 hari kemudian. Tentara Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis menyer-bu ke Jerman menuju Berlin. Sedangkan pasukan Syukof menyerbu Berlin dari sebelah Timur. Goring berhasil ditangkap oleh pasukan Amerika Seri-kat. Sedangkan Hitler dan Gobbels bunuh diri. Sementara, Laksamana Donitz menyerah tanpa syarat pada tanggal 8 Mei 1945. Akhirnya, Jerman dinyatakan menyerah tanpa syarat pada saat itu. Jerman menandatangani perjanjian
perdamaian di Potsdam pada tanggal 2 Agustus 1945. Pasukan Amerika Serikat berhasil menghancurkan Kaigun Jepang. Jenderal Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimitz secara berturut berhasil menduduki Filipina (1944), Iwojima dan Okinawa (1945). Di sam-ping itu, Amerika Serikat berhasil menjatuhkan bom atom di atas kota Hiroshima dan Nagasaki. Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Jepang menandatangani perjanjian di atas kapal perang USS Missouri di teluk Tokyo pada 2 September 1945.
Kedua perjanjian di atas, berisi ketentuan yang hampir sama, di antaranya:
    1. Jerman dan Jepang harus membayar kerugian biaya perang.
   2. Semua penjahat perang harus dijatuhi hukuman.
   3. Jerman dan Jepang harus didemiliterisir.
   4. Jerman dibagi menjadi 4 zona (daerah) dan masing-masing zona di bawah pengawasan Amerika     Serikat, Inggris, Perancis, dan Rusia.
   5. Wilayah Polandia diperbesar dengan Danzig dan sebagian wilayah Jerman.
   6. Kota Berlin dipecah menjadi dua.

Akibat-akibat Perang Dunia II, di antaranya:
   1. Amerika Serikat muncul sebagai kekuatan politik dan militer baru yang
      sangat disegani, terutama karena kemampuan financialnya.
   2. Uni Soviet muncul sebagai negara yang berpengaruh dengan ‘beruang
       merah’ dan merupakan ancaman bagi Amerika Serikat.
   3. Terjadi persaingan yang hebat antara kedua negara besar tersebut
       karena masing-masing berkeinginan menjadi pemimpin dunia.
  4. Perancis sebagai salah satu anggota Sekutu yang paling menderita
      kerugian karena wilayahnya menjadi medan pertempuran.
   5. Imperialisme Barat di Asia mengalami keruntuhan.
 Kesempatan itu dimanfaatkan oleh bangsa- bangsa Asia untuk memproklamirkan kemerdekaannya.
   a. Indonesia, 17 Agustus 1945,
   b. Filipina, 4 Juli 1946 (janji Amerika Serikat tahun 1936),
   c. India dan Pakistan menjadi dominion, 15 Agustus 1947,
  d. Burma, 4 Januari 1948,
  e. Cyolon menjadi dominion, 4 Februari 1948,
  f. India merdeka, 26 Januari 1950,
  g. Vietminh masih berjuang melawan Vietnam (Perancis) di bawah pimpinan Ho Chi Minh.

D. Pendudukan Jepang di Indonesia

1. Masuknya Jepang Ke Indonesia
Tentu, kalian masih ingat bahwa Jepang dengan mudah berhasil
menguasai daerah-daerah Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Mengapa demikian? Karena: (1) Jepang telah berhasil menghancurkan
pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii pada tanggal
7 Desember 1941; (2) Negeri-negeri induk (Inggris, Perancis, dan Belanda)
sedang menghadapi peperangan di Eropa melawan Jerman; (3) Bangsabangsa di Asia sangat percaya dengan semboyan Jepang (Jepang pemimpin
Asia, Jepang cahaya Asia, dan Jepang pelindung Asia) sehingga tidak memberi
perlawanan. Bahkan, kehadiran Balatentara Jepang disambut dengan suka
cita karena Jepang dianggap sebagai ‘saudara tua’ yang akan membebaskan
bangsa-bangsa Asia dari belenggu penjajahan negara-negara Barat.
Secara resmi Jepang telah menguasai Indonesia sejak tanggal 8 Maret
1942, ketika Panglima Tertinggi Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa
syarat di Kalijati, Bandung,. Jepang tanpa banyak menemui perlawanan yang
berarti berhasil menduduki Indonesia. Bahkan, bangsa Indonesia menyambut
Bab II. Perang Dunia II dan Pengaruhnya Bagi Indonesia 27
kedatangan balatentara Jepang dengan perasaan
senang, perasaan gembira karena akan membebaskan
bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan bangsa
Belanda.
Sebenarnya, semboyan Gerakan 3A dan pengakuan
sebagai ‘saudara tua’ yang disampaikan Jepang
merupakan tipu muslihat agar bangsa Indonesia dapat
menerima kedatangan Balatentara Jepang. Pada
awalnya, kedatangan pasukan Jepang disambut dengan
hangat oleh bangsa Indonesia. Namun dalam
kenyataannya, Jepang tidak jauh berbeda dengan negara
imperialis lainnya. Jepang termasuk negara imperialis
baru, seperti Jerman dan Italia. Sebagai negara
imperialis baru, Jepang membutuhkan bahan-bahan
mentah untuk memenuhi kebutuhan industrinya dan
pasar bagi barang-barang industrinya. Oleh karena itu,
daerah jajahan menjadi sangat penting artinya bagi
kemajuan industri Jepang. Apalah arti kemajuan industri
apabila tidak didukung dengan bahan mentah (baku)
yang cukup dengan harga yang murah dan pasar barang hasil industri yang
luas.
Dengan demikian, jelas
bahwa tujuan kedatangan
Balatentara Jepang ke
Indonesia adalah untuk
m e n a n a m k a n
kekuasaannya, untuk
menjajah Indonesia. Artinya,
semboyan Gerakan 3A dan
pengakuan sebagai
‘saudara tua’ merupakan
semboyan yang penuh
kepalsuan. Hal itu dapat
dibuktikan dari beberapa
kenyataan yang terjadi
selama pendudukan
Balatentara Jepang di
Indonesia. Bahkan, perlakuan pasukan Jepang lebih kejam sehingga bangsa
Indonesia mengalami kesengsaraan. Sumber-sumber ekonomi dikontrol
secara ketat oleh pasukan Jepang untuk kepentingan peperangan dan industri
Jepang, melalui berbagai cara berikut:
Gambar 2.6
Penduduk Menyambut Kedatangan Jepang Tahun
1942 (Sumber: PK. Ojong, 2001)
Gambar 2.7
Anak-anak Sedang Memberi Penghormatan pada Tentara Jepang (Sumber: Arsip
Nasional RI, 1988).
28 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas IX
a. Tidak sedikit para pemuda yang ditangkap dan dijadikan romusha.
Romusha adalah tenaga kerja paksa yang diambil dari para pemuda
dan petani untuk bekerja paksa pada proyek-proyek yang dikembangkan
pemerintah pendudukan Jepang. Banyak rakyat kita yang meninggal ketika
menjalankan romusha, karena umumnya mereka menderita kelaparan
dan berbagai penyakit
b. Para petani diawasi secara ketat dan hasil-hasil pertanian harus
diserahkan kepada pemerintah Balatentara Jepang.
c. Hewan peliharaan penduduk dirampas secara paksa untuk dipotong
guna memenuhi kebutuhan konsumsi perang.
2. Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang
Setelah menduduki Indonesia Jepang mengambil berbagai kerbijakan.
Kebijakan Pemerintah Balatentara Jepang, meliputi berbagai bidang,
diantaranya.
a. Bidang ekonomi
1) Perluasan areal persawahan. Setelah menduduki Indonesia, Jepang
melihat bahwa produksi beras tidak akan mampu meme-nuhi
kebutuhan. Oleh karena itu, perlu dilakukan perluasan areal
persawahan guna meningkatkan produksi beras. Meskipun demikian produksi pangan antara tahun 1941-1944 terus menurun.
2) Pengawasan pertanian dan perkebunan. Pelaksanaan pertanian
diawasi secara ketat dengan tujuan untuk mengendalikan harga
barang, terutama beras. Hasil pertanian diatur sebagai berikut: 40%
untuk petani, 30% harus dijual kepada pemerintah Jepang dengan
harga yang sangat murah, dan 30% harus diserahkan ke ‘lumbung
desa’. Ketentuan itu sangat merugikan petani dan yang berani
melakukan pelanggaran akan dihukum berat. Badan yang
menangani masalah pelanggaran disebut Kempetai (Korps Polisi
Militer), suatu badan yang sangat ditakuti rakyat.
Pengawasan terhadap produksi perkebunan dilakukan secara ketat.
Jepang hanya mengizinkan dua jenis tanaman perkebunan yaitu karet
dan kina. Kedua jenis tanaman itu berhubungan langsung dengan
TAHUN PADI PALAWIJA
1941 8.992.480.700 12.152.578.100
1942 8.308.198.900 11.805.436.700
1943 8.112.522.500 10.710.966.900
1944 6.811.555.000 9.005.566.400
Sumber: G. Mudjanto, 1992.
Tabel 2.1
Produksi Pangan Tahun 1941-1944
Bab II. Perang Dunia II dan Pengaruhnya Bagi Indonesia 29
kepentingan perang. Sedangkan tembakau, teh, kopi harus dihentikan
penanamannya karena hanya ber-hubungan dengan kenikmatan. Padahal,
ketiga jenis tanaman itu sangat laku di pasaran dunia. Dengan demikian,
kebijakan pemerintah Jepang di bidang ekonomi sangat merugikan rakyat.
Pengerahan sumber daya ekonomi untuk kepentingan perang. Untuk
menguasai hasil-hasil pertanian dan kekayaan penduduk, Jepang selalu
berdalih bahwa untuk kepentingan perang. Setiap penduduk harus
menyerahkan kekayaannya kepada pemerintah Jepang. Rakyat harus
menyerahkan barang-barang berharga (emas dan berlian), hewan, bahan
makanan kepada pemerintah Jepang. Untuk memperlancar usahausahanya, Jepang membentuk Jawa Hokokai (Kebaktian Rakyat Jawa)
dan Nogyo Kumiai (Koperasi Pertanian).
Kebijakan-kebijakan pemerintah Jepang di bidang ekonomi telah
mengakibatkan kehidupan rakyat Indonesia semakin sengsara dan penuh
penderitaan. Penderitaan dan kesengsaraan rakyat Indonesia selama
pendudukan Jepang lebih buruk apabila dibandingkan dengan penderitaan
dan kesengsaraan pada masa penjajahan Belanda. Padahal, Jepang
menduduki Indonesia hanya tiga setengah tahun, sedangkan Belanda
menjajah Indonesia selama tiga setengah abad.
b. Bidang pemerintahan
Pada dasarnya pemerintahan pendudukan Jepang adalah pemerintahan militer yang sangat diktator. Untuk mengendalikan keadaan,
pemerintahan dibagi menjadi beberapa bagian. Jawa dan Madura
diperintah oleh Tentara ke 16 dengan pusatnya di Jakarta (dulu Batavia).
Sumatera diperintah oleh Tentara ke 25 dengan pusatnya di Bukittinggi
(Sumbar). Sedangkan Indonesia bagian Timur diperintah oleh Tentara ke
2 (Angkatan Laut) dengan pusatnya di Makasar (Sulsel). Pemerintahan
Angkatan Darat disebut Gunseibu, dan pemerintahan Angkatan Laut
disebut Minseibu.
Masing-masing daerah dibagi menjadi beberapa wilayah yang lebih
kecil. Pada awalnya, Jawa dibagi menjadi tiga provinsi (Jawa Barat, Jawa
Tengah, dan Jawa Timur) serta dua daerah istimewa, yaitu Yogyakarta
dan Surakarta. Pembagian ini diang-gap tidak efektif sehingga dihapuskan.
Akhirnya, Jawa dibagi menjadi 17 Karesidenan (Syu) dan diperintah oleh
seorang Residen (Syucokan). Keresidenan terdiri dari kotapraja (Syi),
kabupaten (Ken), kawedanan atau distrik (Gun), kecamatan (Son), dan
desa (Ku).
Sumatera dibagi menjadi 10 karesidenan dan beberap sub-karesidenan (Bunsyu), distrik, dan kecamatan. Sedangkan daerah Indonesia
Timur yang dikuasai Angkatan Laut Jepang dibagi menjadi tiga daerah
kekuasaan, yaitu: Kalimantan, Sulawesi, dan Seram (Maluku dan Papua).
30 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas IX
Masing-masing daerah itu dibagi menjadi beberapa karesidenan,
kabupaten, sub-kabupaten (Bunken), distrik, dan kecamatan.
Pembagian daerah seperti di atas dimaksudkan agar semua daerah
dapat diawasi dan dikendalikan untuk kepentingan pemerintah balatentara
Jepang. Namun, untuk menjalankan pemerintahan yang efektif dibutuhkan
jumlah personil (pegawai) yang banyak jumlahnya. Sedangkan jumlah
orang Jepang yang ada di Indonesia tidak cukup untuk memenuhi
kebutuhan tenaga dalam bidang pemerintahan. Untuk mengawai dan
menjalankan pemerintahan secara efektif merupakan tantangan yang
berat karena terbatasnya jumlah pegawai atau orang-orang yang dapat
dipercaya untuk memegang jabatan penting dalam pemerintahan.
Untuk mengatasi kekurangan jumlah pegawai, pemerintah Jepang
dapat menempuh beberapa pilihan, di antaranya:
1. Memanfaatkan orang-orang Belanda yang masih ada di Indonesia.
Pilihan ini sangat tidak mungkin karena Jepang sedang menanamkan
sikap anti Belanda di kalangan pen-duduk Indonesia.
2. Menggunakan tenaga Timur Asing (Cina). Pilihan ini juga sangat berat
karena Cina dianggap sebagai lawan politik Jepang yang paling
berbahaya untuk mewujudkan cita-cita Jepang, yaitu membangun
Asia Timur Raya.
3. Memanfaatkan penduduk Indonesia. Pilihan ini dianggap yang paling
realistik karena sesuai dengan semboyan ‘Jepang sebagai saudara
tua’ yang ingin membebaskan suadara mudanya dari belenggu
penjajahan bangsa Eropa. Di samping itu, pemakaian bangsa
Indonesia sebagai dalih agar bangsa Indonesia benar-benar bersedia
membantu untuk memenangkan perang yang sedang dilakukan
Jepang.
Sebenarnya, pilihan-pilihan di atas sama-sama tidak menguntungkan. Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan (bahkan terpaksa)
Jepang memilih penduduk Indonesia untuk membantu menjalankan roda
pemerintahan. Jepang pun dengan berat harus menyerahkan beberapa
jabatan kepada orang Indonesia. Misalnya, Departemen Urusan Agama
dipimpin oleh Prof. Husein Djajadiningrat, serta Mas Sutardjo
Kartohadikusumo dan R.M.T.A. Surio sebagai Residen Jakarta dan
Residen Bojonegoro. Di samping itu, beberapa tokoh nasional yang mendapat kepercayaan untuk ikut menjalankan roda pemerintahan adalah Ir.
Soekarno, Mr. Suwandi, dr. Abdul Rasyid, Prof. Dr. Supomo, Mochtar bin
Prabu Mangkunegoro, Mr. Muh, Yamin, Prawoto Sumodilogo, dan
sebagainya. Bahkan, kesempatan untuk duduk dalam Badan
Pertimbangan Pusat (Chuo Sangi In), semacam Volksraad pada zaman
Belanda semakin terbuka.
Kesempatan untuk menduduki beberapa jabatan dalam pemerintahan Jepang dan menjalankan roda pemerintahan merupa-kan
Bab II. Perang Dunia II dan Pengaruhnya Bagi Indonesia 31
pengalaman yang berharga bagi bangsa Indonesia, terutama setelah
Indonesia merdeka. Sebagai bangsa yang merdeka, bangsa Indonesia
harus mampu menjalankan pemerintahan secara baik. Oleh karena itu,
pengalaman pada masa pemerin-tahan Jepang merupakan modal yang
sangat berguna karena bangsa Indonesia memiliki kemampuan untuk
mengelola orga-nisasi besar seperti negara.
c. Bidang militer
Sejak awal pendudukannya, Jepang selalu berusaha menarik hati
bangsa Indonesia agar bersedia membantu pemerintah Jepang dalam usaha
untuk memenangkan peperangan melawan Sekutu. Bangsa Indonesia hampir
selalu dilibatkan dalam berbagai organisasi militer maupun organisasi semi
militer.
Beberapa organisasi militer yang dibentuk pemerintah Jepang, di
antaranya:
1) Heiho (pembantu prajurit Jepang) adalah kesatuan militer yang dibentuk
oleh pemerintah Jepang yang beranggotakan para pemuda Indonesia.
Heiho menjadi bagian Angkatan Darat maupun Angkatan Laut Jepang.
Anggota Heiho mendapat latihan
kemiliteran agar mampu menggantikan
prajurit Jepang di dalam peperangan. Para
anggota Heiho mendapat latihan untuk
menggunakan senjata (senjata anti
pesawat, tank, artileri medan, mengemudi,
dan sebagainya). Namun, tidak ada
satupun anggota Heiho yang berpangkat
perwira. Pangkat perwira hanya
dipeuntukkan bagi orang-orang Jepang.
Para anggota Heiho mendapat latihan
kemiliteran. Untuk itu, pemerin-tah Jepang
menugaskan seksi khusus dari bagian
intelejen untuk melatih para anggota Heiho.
Latihan dipimpin oleh Letnan Yana-gawa
dengan tujuan agar para pemuda
Indonesia dapat melak-sanakan tugas intelejen.
2) Pembela Tanah Air (PETA) dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943.
Menjelang berakhirnya latihan kemiliteran angkatan ke 2, keluarlah surat
perintah untuk membentuk PETA. Namun, Letjen Kamakici Harada
memutuskan agar pembentukkan PETA bukan inisiatif pemerintah
Jepang, melainkan inisiatif bangsa Indonesia. Untuk itu, dicarilah seorang
putera Indonesia yang berjiwa nasionalis untuk memimpin PETA.
Akhirnya, pemerintah Balatentara Jepang meminta Gatot Mangunpraja
Gambar 2.8
Jajaran Angkatan Muda, mulai kanak-kanak dilatih kemiliteran
oleh Jepang (Sumber: Tugiyono, 1985).
32 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas IX
(seorang nasionalis yang bersimpati terhadap Jepang) untuk menulis
permohonan pembentukkan tentara PETA.
Surat permohonan telah dikirim pada tanggal 7 September 1943 dan
permohonan itu dikabulkan dengan dikeluarkan peraturan yang disebut
Osamu Seirei No. 44, tanggal 3 Oktober 1943. Pembentukkan PETA,
ternyata menarik perhatian para pemuda Indonesia, terutama yang telah
mendapat pendidikan
sekolah menengah dan para
anggota Seinendan.
Keanggotaan PETA
dibedakan dalam beberapa
pangkat yang berbeda
(sebenarnya bukan pangkat,
tetapi nama jabatan). Ada
lima macam pangkat, yaitu:
(1) Daidanco (Komandan
Batalyon), (2) Cudanco
(Komandan Kompi), (3)
Shudanco (Komandan
Peleton), (4) Budanco
(Komanda Regu), dan (5)
Giyuhei (Prajurit Sukarela).
Daidanco (Komandan Batalyon) dipilih dari tokoh-tokoh masyarakat
yang terkemuka seperti pegawai pemerintah, pemimpin agama, pamong
praja, para politikus, penegak hukum, dan sebagainya. Cudanco
(Komandan Kompi) dipilih dari mereka yang bekerja, tetapi belum memiliki
jabatan yang tinggi seperti para guru, juru tulis, dan sebagainya. Shudanco
(Komandan Peleton) biasanya dipilih dari para pelajar sekolah lanjutan
pertama dan atas. Budanco (Komanda Regu) dan Giyuhei (Prajurit
Sukarela) dipilih dari para pelajar sekolah dasar.
Para pemuda yang menjadi anggota PETA dapat dibedakan menjadi
tiga, yaitu; (1) mereka yang menjadi anggota PETA dengan semangat
yang tinggi, (2) mereka yang menjadi anggota PETA karena dipengaruhi
orang lain, dan (3) mereka yang menjadi anggota PETA dengan perasaan
acuh tak acuh. Di antara mereka ada yang beranggapan bahwa
kemenangan Jepang dalam Perang Pasifik akan membawa perubahan
hidup bangsa Indonesia, yaitu sebagai bangsa yang merdeka. Di samping itu, ada yang percaya pada ramalan Joyoboyo bahwa Jepang akan
meninggalkan Indonesia dan Indonesia akan menjadi negara yang
merdeka. Untuk itu, Indonesia memerlukan tentara untuk mengamankan
wilayahnya.
Para anggota PETA mendapat pendidikan militer di Bogor pada
lembaga Jawa Boei Giyugun Kanbu Renseitai (Korps Latihan Pemimpin
Gambar 2.9
Para wanita dilatih baris-berbaris (Sumber: Tugiyono, 1985)
Bab II. Perang Dunia II dan Pengaruhnya Bagi Indonesia
33
Tentara Sukarela Pembela Tanah Air di Jawa). Nama lembaga itu kemudian
berubah menjadi Jawa Boei Giyugun Kanbu Kyoikutai (Korps Pendidikan
Pemimpin Tentara Sukarela Pembela Tanah Air di Jawa). Setelah mendapat
pendi-dikan, mereka ditempatkan pada daidan-daidan yang tersebar di
Jawa, Madura, dan Bali.
Dalam perkembangannya, beberapa anggota PETA mulai kecewa
terhadap pemerintah Balatentara Jepang. Kekecewaan itu berujung pada
meletusnya pemberontakkan.
Pemberontakkan PETA
terbesar terjadi di Blitar pada
tanggal 14 Februari 1945 yang
djipimpin oleh Supriyadi.
Pemberontakkan itu dipicu
karena kekejaman Jepang
dalam memperlakukan para
pemuda yang dijadikan tenaga
romusha.
Adapun organiasi semi
militer yang dibentuk Jepang
antara lain;
1) Gerakan 3A (Jepang
Pemimpin Asia, Jepang
Cahaya Asia, dan Jepang Pelindung Asia) merupakan organisasi sosial
yang bertujuan untuk mewadahi bangsa Indonesia agar lebih mudah untuk
mengaturnya, terutama untuk mencapai tujuan Jepang. Gerakan 3A yang
dipimpin oleh Mr. Syamsuddin, bertujuan:
a) Menghimpun bangsa indonesia untuk mengabdi kepada kepentingan
Jepang.
b) Mempropagandakan kemenangan Jepang.
c) Menanamkan anti Barat, terutama Belanda, Inggris, dan USA.
2) Pusat Tenaga Rakyat (Putera). Putera dibentuk untuk menggantikan
Gerakan 3 A. Organisasi ini dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan
semangat bangsa Indonesia dalam membantu pemerintah Jepang dalam
perang melawan Sekutu. Putera didirikan pada tanggal 1 Maret 1943
dipimpin oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan
Kyai Haji Mansyur. Mengapa Jepang memilih tokoh-tokoh yang terkenal
dan berpengaruh untuk memimpin Putera? Namun, para tokoh pergerakan
nasional itu ingin menggunakan Putera sebagai alat perjuangan. Maksud
tersebut diketahui oleh Jepang sehingga organisasi itu dibubarkan pada
tahun 1944. Dengan demikian, maksud pembentukkan Putera tidak dapat
mencapai hasil yang diinginkan.
3) Jawa Hokokai (Kebaktian Rakyat Jawa). Organisasi ini dibentuk pada
Gambar 2.10
Latihan Seinendan bagi para pemuda (Sumber: Tugiyono, 1985).
34 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas IX
tahun 1944, setelah kedudukan pasukan Jepang semakin terdesak.
Tujuannya adalah untuk menggerakan seluruh rakyat Indonesia agar
berbakti kepada Jepang. Sebagai tanda bahwa rakyat benar-benar
berbakti, maka rakyat harus rela berkurban, baik harta benda maupun
jiwa dan raga untuk kepentingan perang Jepang. Rakyat Indonesia harus
menyerah-kan emas, intan, dan segala harta benda (terutama beras)
untuk kepentingan perang.
Akibatnya, kemiskinan merajalela di mana-mana, rakyat hanya
berpakaian karung goni, rakyat banyak yang mati karena kelaparan.
Rakyat dididik/dilatih kemiliteran untuk memperkuat pertahanan Indonesia
apabila diserang oleh Sekutu. Rakyat dipaksa untuk melaksanakan kerja
paksa untuk membangun barak-barak militer. Rakyat dipaksa untuk
menjadi romusha.
d. Bidang sosial
Salah satu kebijakan yang cukup penting dalam bidang sosial adalah
pembagian kelas masyarakat seperti pada zaman Belanda. Masyarakat
hanya dibedakan menjadi ‘saudara tua’ (Jepang) dan ‘saudara muda’
(Indonesia). Sedangkan penduduk Timur asing, terutama Cina adalah
golongan masyarakat yang sangat dicurigai karena di negeri leluhurnya
bangsa Cina telah
mempersulit bangsa
Jepang dalam
mewujudkan cita-citanya.
Hal ini sesuai dengan
propaganda Jepang bahwa
‘Asia untuk bangsa Asia’.
Namun dalam
kenyataannya, Indonesia
bukan untuk bangsa Asia,
melainkan untuk bangsa
Jepang. Untuk mencapai
tujuannya, Jepang
mengeluarkan beberapa
kebijakan di bidang sosial,
seperti:
1) Pembentukkan Rukun Tetangga (RT). Untuk mempermudah pengawasan
dan pengerahan penduduk, pemerintah Jepang membentuk Tanarigumi
(RT). Pada waktu itu, Jepang membu-tuhkan tenaga yang sangat besar
jumlahnya untuk membuat benteng-benteng pertahanan, lapangan
pesawat terbang darurat, jalan, dan jembatan. Pengerahan masyarakat
sangat terasa dengan adanya Kinrohoishi (kerja bakti yang menyerupai
Gambar 2.11
Para petani menyerahkan padi ke Jepang (Sumber: Tugiyono, 1985)
Bab II. Perang Dunia II dan Pengaruhnya Bagi Indonesia
35
dengan kerja paksa). Oleh karena itu, pembentukkan RT dipandang
sangat efektif untuk mengerahkan dan mengawasi aktivitas masyarakat.
2) Romusha adalah pengerahan tenaga kerja secara paksa untuk
membantu tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh Jepang. Pada
awalnya, romusha dilaksanakan dengan sukarela, tetapi lama kelamaan
dilaksanakan secara paksa. Bahkan, setiap desa diwajibkan untuk
menyediakan tenaga dalam jumlah
tertentu. Hal itu dapat dimaklumi karena
daerah peperangan Jepang semakin
luas. Tenaga romusha dikirim ke
beberapa daerah di Indonesia, bahkan
ada yang dikirim ke
Malaysia, Myanmar, Serawak, Thailand, dan Vietnam. Para tenaga
romusha diperlakukan secara kasar
oleh Balatentara Jepang. Mereka
dipaksa untuk bekerja berat tanpa
mendapatkan makanan, minuman,
dan jaminan kesehatan yang layak.
Kekejaman Jepang terhadap tenaga
romusha menyebabkan para pemuda
berusaha menghindar agar tidak
dijadikan tenaga romusha. Akhirnya,
Jepang mengalami kesulitan untuk
memenuhi kebutuhan tenaga kasar.
3) Pendidikan. Pada zaman Jepang, pendidikan mengalami peru-bahan.
Sekolah Dasar (Gokumin Gakko) diperuntukkan untuk semua warga
masyarakat tanpa membedakan status sosialnya. Pendidikan ini
ditempuh selama enam tahun. Sekolah menengah dibedakan menjadi
dua, yaitu: Shoto Chu Gakko (SMP) dan Chu Gakko (SMA). Di samping
itu, ada Sekolah Pertukangan (Kogyo Gakko), Sekolah Teknik Menengah
(Kogyo Sermon Gakko), dan Sekolah Guru yang dibedakan menjadi tiga
tingkatan. Sekolah Guru dua tahun (Syoto Sihan Gakko), Sekolah Guru
empat tahun (Guto Sihan Gakko), dan Sekolah Guru dua tahun (Koto
Sihan Gakko).
Seperti pada zaman Belanda, Jepang tidak menyelenggarakan jenjang
pendidikan universitas. Yang ada hanya Sekolah Tinggi Kedokteran (Ika
Dai Gakko) di Jakarta, Sekolah Tinggi Teknik (Kagyo Dai Gakko) di
Bandung. Kedua Sekolah Tinggi itu meru-pakan kelanjutan pada zaman
Belanda. Untuk menyiapkan kader pamong praja diselenggarakan Sekolah
Tinggi Pamongpraja (Kenkoku Gakuin) di Jakarta.
4) Penggunaan Bahasa Indonesia. Menurut Prof. Dr. A. Teeuw (ahli Bahasa
Indonesia berkebangsaan Belanda) bahwa pendu-dukan Jepang
Gambar 2.12
Gambaran yang menunjukkan kemiskinan endemis masa
pendudukan Jepang di Indonesia (Sumber: Tugiyono, 1985).
36 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas IX
merupakan masa bersejarah bagi Bahasa Indone-sia. Tahun 1942,
pemerintah pendudukan Jepang melarang penggunaan Bahasa Belanda
dan digantikan dengan Bahasa Indonesia. Bahkan, pada tahun 1943
semua tulisan yang berba-hasa Belanda dihapuskan diganti dengan
tulisan berbahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia tidak hanya sebagai bahasa pergaulan, teta-pi telah
menjadi bahasa resmi pada instansi pemerintah dan lembaga pendidikan.
Sejak saat itu, banyak karya
sastra telah ditulis dalam
Bahasa Indonesia, seperti karya
Armin Pane yang berjudul Kami
Perempuan (1943), Djinakdjinak Merpati, Hantu
Perempuan (1944), Barang
Tidak Berharga (1945), dan
sebagai-nya. Pengarang lain
seperti Abu Hanifah yang lebih
dikenal dengan nama samaran
El Hakim dengan karyanya
berjudul Taufan di atas Angin,
Dewi Reni, dan Insan Kamil.
Selain itu, penyair terkenal pada
masa pendudukan Jepang,
Chairil Anwar yang mendapat gelar tokoh Angkatan ’45 dengan karyanya:
Aku, Kerawang Bekasi, dan sebagainya.
Dengan demikian, pemerintah pendudukan Jepang telah mem-berikan
kebebasan kepada bangsa Indonesia untuk mengguna-kan dan
mengembangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, bahasa
komunikasi, bahasa resmi, bahasa penulisan, dan sebagainya. Bahasa
Indonesia pun berkembang ke seluruh pelosok Tanah Air.
RANGKUMAN
Serangan Jerman ke Polandia pada 1 September 1939 menandai
munculnya Perang Dunia II. Serangan itu akhirnya menyulut peperangan di
antara negara-negara Eropa, termasuk Amerika Serikat. Oleh karena itu perang
ini sering dinamai Perang Eropa.
Pada masa Perang Dunia II Jepang mengobarkan Perang Asia Timur Raya.
Perang ini diawali dengan penyerbuan yang sangat gemilang pasukan tentara
Jepang ke Pangkalan Angkatan Perang Amerika di Pearl Harbour. Setelah
penyerbuan itu, bagaikan air bah tak terbendung, pasukan Jepang terus bergerak
ke selatan, dan masuk ke Indonesia. Tentara Belanda di Indonesia dengan begitu
mudahnya digilas bala tentara Jepang, Akhirnya tentara Belanda menyerah tanpa
Gambar 2.13
Para pekerja Romusha sedang bekerja (Sumber: Tugiyono, 1985)
Bab II. Perang Dunia II dan Pengaruhnya Bagi Indonesia
37
syarat kepada bala tentara Jepang.
Setelah menguasai Indonesia, bala tentara Jepang kemudian
membentuk pemerintahan militer pendudukan Jepang, yaitu Pemerintahan
militer Angkatan Darat (Tentara Kedua Puluh Lima) untuk Sumatra. Pusatnya
di Bukittinggi, Pemerintahan militer Angkatan Darat (Tentara Keenam Belas)
untuk Jawa dan Madura. Pusatnya di Jakarta dan Pemerintahan militer Angkatan
Laut (Armada Selatan Kedua) untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
Pusatnya di Makasar (Ujungpandang).
Untuk menarik simpati bangsa Indonesia Jepang kemudian membentuk
beberapa organisasi. Organisasi itu antara lain. Gerakan Tiga A, Pusat Tenaga
Rakyat, Jawa Hokokai. Jepang juga membentuk organisasi militer, antara lain
(tanda merah di cut) Heiho dan PETA. Di samping membentuk organisasi,
Jepang juga mengadakan pengerahan tenaga rakyat secara paksa (romusha)
dan pengerahan/pengumpulan paksa hasil produk pertanian dari rakyat Indonesia.
Walau hanya berlangsung singkat, kurang lebih tiga setengah tahun,
pendudukan Jepang di Indonesia membawa dampak yang sangat mendalam
bagi penderitaan bangsaIndonesia. Penderitaan, kelaparan, penyakit menjadi
bagian kehidupan yang dominan dalam masa pendudukan Jepang.
LATIHAN
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat di antara pertanyaan-pertanyaan di
bawah ini!
1. Perang Dunia II diawali oleh serangan Jerman ke ….
a. Uni Soviet
b. Inggris
c. Belanda
d. Polandia
2. Pihak-pihak yang berperang dalam perang dunia kedua adalah kelompok
negara negara poros dengan kelompok negara sekutu. Yang tidak
termasuk kelompok negara poros adalah
1. Apakah ada peperangan yang menguntungkan bagi suatu bangsa?
2. Mengapa biaya perang itu tidak dialihkan untuk membantu masyarakat yang
menderita kelaparan?
REFLEKSI
38 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas IX
a. Jerman
b. Italia
c. Jepang
d. Perancis
3. Awal perang dunia kedua di kawasan Pasifik ditandai dengan;
a. Serbuan Bala Tentara Jepang ke pangkalan militer AS di Pearl Habour,
b. Serbuan Bala Tentara Jepang ke Filipina
c. Serbuan Bala Tentara Italia ke Indonesia
d. Serbuan Bala Tentara Jerman ke Uni Soviet
4. Bala Tentara Jepang yang tergabung dalam angkatan laut disebut
dengan
a. Rikugun
b. Kaigun
c. Heiho
d. Keibodan
e. Seinendan
5. Penandatangan penyerahan tanpa syarat tentara Belanda terhadap
tentara Jepang di Kalijati, dari pihak belanda diwakili oleh
a. Jendral Imamura
b. Jendral Tjarda
c. Jendral Ter Poorten
d. Van Mook
e. Van der Capelen
6. Organisasi bentukan Jepang yang digunakan untuk menghimpun kekuatan
rakyat Indonesia mendukung Jepang dalam Perang Asia Timur Raya
yang didirikan pada tanggal 1 Maret 1943, dan dipimpin oleh empat
serangkai adalah
a. Chuo Sangi In
b. Jawa Hokokai
c. Putera
d. Keibodan
e. Heiho
7. Salah satu organisasi militer yang dibentuk oleh Jepang di Indonesia
adalah;
a. Kompetai
b. Iinkai
c. Fujinkai
d. Keibodan
Bab II. Perang Dunia II dan Pengaruhnya Bagi Indonesia 39
e. Heiho
8. Perlawanan rakyat di Singaparna dipimpin oleh tokohdul
a. Abdul Jalil,
b. Abdul Hamid
c. Zainal Mustofa
d. Pang Suma
e. S. Papare
9. Pengerahan tenaga rakyat yang sangat menyengsarakan yang dilakukan
pemerintah pendudukan Jepang disebut,
a. Shekerei
b. Oshamu Seirei
c. Romusha
d. Rodi
e. Kerja Paksa
10. Untuk menarik dukungan penduduk setempat ketika posisi pasukan
tentara Jepang di Pasifik mulai terdesak, maka Jepang merencanakan
memberi kemerdekaan kepada Birma dan Filipina. Keputusan PM. Tojo
ini mendapat protes dari para pemimpin nasionalis di Indonesia.
Menanggapi protes tersebut, Jepang kemudian membentuk
a. BPUPKI
b. PPKI
c. Chuo Sangi In
d. Saiko Shikikan
II. Jawablah dengan singkat dan jelas pertanyaan-pertanyaan di bawah
ini!
1. Jelaskan terjadinya Perang Dunia II di wilayah Eropa
2. Jelaskan hubungan antara Perang Dunia II dengan pendudukan Jepang
di Indonesia
3. Jelaskan bagaimana pembentukan pemerintahan militer pendudukan
Jepang di Indonesia
4. Jelaskan apa Perhimpunan Gerakan Tiga A! Berhasilkan Gerakan Tiga
A menarik massa untuk memasukinya? Mengapa demikian?
5. Jelaskan kebijakan pemerintah pendudukan Jepang di bidang militer
40 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas IX
III. Isilah titik-titik di bawah ini.
1. Peristiwa yang mengawali meletusnya Perang Dunia II adallah
.....................
2. Penantanganan penyerahan Jepang kepada Sekutu yang mengakhiri
Perang Dunia II dilaksanakan di atas kapal perang ..........
3. Secara resmi Jepang menduduki Indonesia dimulai pada tanggal
...............
4. Untuk menarik simpati rakyat Indonesia Jepang mengembangkan
Gerakan Tiga A. Isi dari Gerakan Tiga A adalah ..............................
5. Organisasi yang dibentuk pemerintah pendudukan Jepang pada tanggal
1 Maret 1943 dengan tujuan untuk meningkatkan semangat bangsa
Indonesia dalam membantu pemerintah Jepang dalam perang melawan
Sekutu, yang diketuai oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar
Dewantoro, dan Kyai Haji Mansyur adalah ......................

NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG



Bab I. Negara Berkembang dan Negara Maju 1
Bila dibandingkan, keadaan satu negara berbeda dengan negara yang lain.
Ada negara yang penduduknya sangat kaya dan sejahtera, pembangunannya
sangat baik, sarana dan prasarananya sangat memadai, tetapi ada pula negara
yang penduduknya sangat miskin, lingkungannya kumuh, dan sarana prasarana
kehidupannya sangat sederhana.
NEGARA BERKEMBANG DAN
NEGARA MAJU
PETA KONSEP
BAB
I
Negara berkembang, negara maju, kualitas penduduk
KATA KUNCI
Setelah mempelajari bab ini diharapkan siswa mampu
mengidentifikasi ciri-ciri negara berkembang dan negara maju,
memberikan contoh negara berkembang dan negara maju serta
persebarannya. Untuk membantu mempelajarinya, kalian siapkan
Globe, Atlas dan Peta Dunia
DIKELOMPOKKA ATAS DASAR KEADAAN
KUALITAS PENDUDUKNYA
KONDISI ALAM DAN SOSIAL BUDAYA
NEGARA BERKEMBANG NEGARA MAJU
NEGARA-NEGARA DI DUNIA
CIRI-CIRI NEGARA BERKEMBANG CIRI-CIRI NEGARA MAJU
2 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas IX
Kondisi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang berbeda-beda
menyebabkan adanya negara berkembang dan negara maju. Jadi apakah negara
berkembang dan negara maju itu? Bagaimana suatu negara dapat dikatakan
sebagai negara berkembang dan negara maju? Agar lebih jelas ikutilah uraian
berikut ini.
A. Indikator Negara Berkembang dan Negara Maju
Untuk membedakan suatu negara dikatakan sebagai negara maju atau negara
sedang berkembang dapat dilihat atas dasar keadaan kualitas kesejahteraan
penduduknya. Kualitas penduduk ini tercermin pada tiga hal pokok yaitu tingkat
kesehatan, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan. Kesemuanya itu menjadi
tolok ukur tingkat kesejahteraan penduduk.
Kualitas penduduk ini tercermin pada tiga hal pokok yaitu tingkat kesehatan,
tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan. Kesemuanya itu menjadi tolok ukur
tingkat kesejahteraan penduduk. Atas dasar tingkat kesejahteraan penduduknya,
negara-negara di dunia dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu negaranegara maju ( eveloped countries) dan negara-negara berkembang (developing
countries).
Kategori atau pengelompokkan negara-negara tersebut, mengalami
perkembangan terkait dengan aspek sosial, ekonomi dan politik. Pada awalnya
dikelompokan menjadi tiga bagian.Pertama (Eropa Barat, Amerika Serikat, Jepang,
Australia dan Selandia Baru. Kedua (negara-negara komunis: RRC dan Cuba).
Ketiga (negara-negara Asia, kecuali Jepang dan Singapura), Afrika dan Amerika
Latin).
Pada akhir dasa warsa 80 an, Uni Sovyet bubar dan terpecah menjadi 15
negara terpisah, maka kategori ini terbagi menjadi negara maju atau negara “Utara”
dan negara berkembang atau negara “Selatan”.
Pada umumnya negara-negara berkembang merupakan negara-negara yang
baru merdeka setelah perang Dunia kedua. Meskipun negara-negara berkembang
mengalami pertumbuhan cukup baik tetapi hanya sedikit yang dapat mengatasi
kemiskinan pada sebagian besar penduduknya.
Masalah ketimpangan ekonomi kesehatan dan pendidikan merupakan bagian
dari kenyataan ketimpangan yang terjadi antara negara maju dan negara
berkembang.
Untuk mengetahui apakah suatu negara dapat dikategorikan maju atau
berkembang, kita dapat melihat hasil pembangunan fisik negara yang
bersangkutan ( Gambar 1.1)
Ukuran pembangunan tersebut lebih beragam, tidak hanya dilihat dari semakin
meningkatnya pendapatan per orang. Di sini peningkatan pendapatan itu harus
dipergunakan untuk meningkatkan kualitas diri, berupa peningkatan kesehatan,
pendidikan, keterampilan, pemanfaatan media informasi untuk menambah
wawasan, dan pengetahuan. Penduduk yang bekerja di sektor yang lebih
Bab I. Negara Berkembang dan Negara Maju 3
membutuhkan pendidikan dan keterampilan seperti industri dan jasa,
persentasenya harus semakin tinggi. Ini berarti tingkat produktivitas per orang
pun harus semakin meningkat dan pendapat pun semakin baik. Jadi makna
pembangunan selalu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam
pengertian seluas-luasnya. Artinya harus meliputi kesejahateraan ekonomi,
sosial, politik dan kebudayaan.
Suatu negara masih disebut negara berkembang (developing countries)
jika di negara tersebut masih terjadi keseimbangan antara jumlah faktor produksi
yang tersedia dengan teknologi yang mereka kuasai, sehingga penggunaan
modal dan tenaga kerja secara penuh (full ulitization) tidak tercapai (Furtado
dalam Arsyad, 1997: 6).
Harm J de Blij membedakan negara berkembang dan negara maju di
dasarkan pada tingkat perkembangan ekonominya. Karena itu pengelompokan
negara berkembang dan negara maju, mengacu pada indikator sebagai berikut.
1. Pendapatan nasional per kapita, diperoleh dengan membagi jumlah
keseluruhan pendapatan Negara per tahun dengan jumlah seluruh penduuk.
Bila pendapatan nasional lebih dari 10.000 US$ Negara tersebut
dikelompokkan sebagai negara maju. Bila hasil bagi kurang dari 8.000 US$,
tergolong negara berkembang.
2. Struktur mata pencaharian penduduk. Jika persentase tenaga kerja sebagian
besar memproduksi bahan makanan pokok, Negara tersebut Negara
berkembang.
3. Produktivitas per tenaga kerja, diperoleh dari seluruh produksi sat tahun dibagi
dengan seluruh angkatan kerja.
4. Penggunaan energi per orang, semakin tinggi penggunaan energi Negara
Pembagian Negara menurut Bank Dunia:
1.Negara berpendapatan rendah denganNP
per kapita kurang dari US$ 785
2.Negara berpendapatan menengah
denganGNP per kapita antara US $ 785 –
3.125
3.Negara berpendapatan menengah
tinggiDengan GNP per kapita antara US$
3.125-9.655.
4.Negara berependapatan tinggi denganGNP
per kapita lebih dari US$ 9.656
Pembangunan merupakan proses
perubahan dari suatu keadaan ke
keadaan lain yang lebih baik daripada
sebelumnya
Jendela Ilmu:
Gambar 1. 1. Contoh pembangunan fisik Korea Selatan
(Sumber: www.trakearth.com)
4 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas IX
tersebut tergolong negara maju.
5. Fasilitas transportasi dan komunikasi per orang. Ditentukan dengan panjang
jalan kereta api, jalan raya, frekuensi perhubungan udara, telepon, jumlah
televisi. Makin tinggi indeksnya makin maju negara tersebut.
6. Penggunaan logam yang di olah. Semakin banyak logam yang di olah semakin
maju negara tersebut.
7. Ukuran lain adalah tingkat melek huruf penduduk, tingkat penggunaan kalori
per orang, tingkat pendapatan keluarga dan jumlah tabungan per kapita.
B. Ciri-Ciri Negara Berkembang dan Negara maju
Untuk mengidentifikasi ciri-ciri negara berkembang dan negara maju,
indikatornya sama, dapat dilihat dari beberapa faktor seperti; 1).Dari ekonomi
(pendapatan per kapita), 2) Kualitas Penduduk (tingkat pendidikan penduduk,
tingkat produktivitas, tingkat pertumbuhan penduduk, ketergantungan terhadap
produksi pertanian dan ekspor produk primer) 3) Lingkungan Fisik. Agar lebih
jelas, marilah kita bicarakan, ciri-ciri negara berkembang dan negara maju
tersebut pada uraian berikut.
1. Ciri-ciri Negara Berkembang
a. Segi Ekonomi (Tingkat Pendapatan per Kapita)
Dipandang dari segi perekonomiannya negara-negara berkembang
seperti Indonesia,India, Bangladesh, Kenya, Nigeria, Ethiopia, Guatemala,
Elsalvador dan lain-lain, pertumbuhannya sangat lambat. Negara
berkembang di Asia, Afrika, dan Amrika Latin pada umumnya struktur
perekonomiannya bersifat agraris.
Negara berkembang masih memanfaatkan sumber daya alam untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumberdaya alam yang ada belum
dimanfaatkan secara optimal karena kekurangan tenaga ahli dan modal
kecil. Tingkat kehidupan yang rendah itu tampak jelas secara kuantitatif
maupun kualitatif: pendapatan perkapita yang rendah, kondisi perumahan
yang tidak memadai, sarana kesehatan yang terbatas, tingkat pendidikan
yang rendah, tingkat kematian yang tinggi, tingkat harapan hidup (life
expectancy) yang rendah, perasaan kacau tidak menentu, dan rasa putus
asa. Sebagai gambaran perekonomian negara-negara berkembang
indikatornya dapat dilihat dari pendapatan per kapitanya, perhatikan tabel
1.1
b. Kualitas Penduduk
1) Tingkat Pendidikan Rendah
Tingkat pendidikan di Negara Berkembang pada umumnya masih
rendah. Hal ini dapat diukur dengan prosentase penduduk yang melek huruf.
Tingkat pendidikan merupakan indikator kemajuan sustu bangsa, sebab
Bab I. Negara Berkembang dan Negara Maju 5
denganpendidikan yang tinggi orang akan mudah menerima pembaharuan,
sehingga akan mudah bila ada perubahan, dibanding dengan mereka yang
kurang beroendidikan. Pendidikan di beberapa negara berkembang di Asia,
Afrika dan Amerika Latin, dapat dijelaskan sebagai berikut:
Di Indonesia penduduk yang memiliki kemampuan membaca dan
menulis mencapai 90,94%. Di India angka melek huruf baru mencapai 56%,
berupa penduduk yang tinggal di pedalaman. Upaya pemerintah India dalam
meningkatkan pendidikan penduduk dilaksanakan pendidikang rtatis. Di Pakistan pendudukyang bebas buta hurf mencapai 43%. Di Nigeria tingkat
melekhuruf untuk usia 15 tahu mencapai 63%. Di Ethiopia tingkat melek huruf
baru mencapai 43%, dab baru 10% anak usia sekolah yang telah sekolah. Di
Guatemala pada tahu yang sama,jumlah penduduk yang sudah melekhuruf
mencapai 70%. Penduduk El Salvador yang melek huruf pada tahun yang
sama mencapai 81%,
2) Tingkat Produktivitas Rendah
Akibat dari tingkat hidup yang rendah, negara berkembang ditandai
pula oleh tingkat produktivitas tenaga kerja yang rendah. Seperti kita ketahui,
konsep fungsi produksi yang secara sistematis menghubungkan output
dengan kombinasi-kombinasi input pada tingkat teknologi tertentu dapat
No Negara Pendapatan per kapita
(US $)
1 Indonesia 3.720
2 India 3.460
3 Bangladesh 2.090
4 Pakistan 2.350
5 Laos 2.020
6 Kenya 1.170
7 Nigeria 1.040
8 Ethiopia 1.000
9 Guatemala 4.410
10 El Salsavador 5.120
Sumber: World Population Data Sheet 2006
Tabel 1.1
Pendapatan per Kapita Beberapa Negara Berkembang di
Dunia Tahun 2006
Perhatikan tabel di atas. Buatlah kelompok 3-5 orang. Diskusikan,
mengapa negara-negara berkembang pendapatan perkapitanya rendah,
terutama di Benua Afrika?. Buat kesimpulan hasil diskusimu, presentasikan
kekdepan kelas
Kegiatan 1.1
6 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas IX
digunakan untuk menjelaskan cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan
materinya. Namun demikian, konsep teknis ekonomis dari fungsi produksinya
perlu ditunjang oleh konseptualisasi yang luas termasuk di antaranya inputinput lainnya seperti motivasi pekerja dan keluwesan kelembagaan. Di seluruh
negara berkembang, tingkat produktivitas tenaga kerja sangat rendah
dibandingkan dengan negara-negara maju .
Produktivitas yang rendah biasanya produktivitas diukur dengan
membandingkan antara output dan input. Ringkasnya output per satuan input. Misalnya orang tuamu mempunyai 0,5 Ha lahan sawah. Setelah diolah
dalam satu kali musim tanam oleh ayahmu sendiri, menghasilkan 100 Kg
gabah. 100 Kg gabah ini adalah output atau hasil atau produknya. Coba
hitung berapa produktivitas tenaga kerja (ayahmu). Kalau kalian menjawab
200 Kg per Ha, jawabanmu benar karena produktivitas adalah output (100
Kg gabah) per satuan input (lahan). Namun demikian dalam sebuah proses
produksi barang dan jasa, inputnya tentu bermacam-macam tidak hanya
lahan. Misalnya tenaga kerja, jam kerja dan sebagainya. Jadi konsep
produktivitas selalu berkaitan dengan bermacam-macam kombinasi input.
Jadi mengapa tingkat produktivitas penduduk NSB lebih rendah
daripada negara-negara maju? Karena ada perbedaan dalam hal kualitas
tenaga kerja, kecakapan manajerial, teknologi, fleksibilitas kelembagaan, dan
mentalitasnya.
3) Tingkat Pertumbuhan Penduduk dan Beban Tanggungan yang
Tinggi
Lebih dari dua pertiga penduduk dunia ini berada di negara-negara
berkembang. Tingkat kelahiran dan tingkat kematian sangat berbeda, tingkat
pertumbuhan penduduk tinggi, sedangkan di negara-negara maju
pertumbuhan penduduknya rendah (7 orang per 1000 penduduk pada periode
yang sama).
Tingkat kelahiran kasar tersebut mungkin merupakan cara yang
paling gampang untuk membedakan negara berkembang dengan negaranegara maju. Bagi negara berkembang masih sulit untuk menekan tingkat
pertumbuhan sampai di bawah 20 per-1000 penduduk, sebaliknya untuk
mencapai angka di atas itu sulit bagi negara-negara maju.
Sementara itu, jika ditinjau dari kelahiran tampak bahwa tingkat
kelahiran negara berkembang masih relatif tinggi yaitu sekitar 33 per 1000
penduduk. Implikasi penting tingkat kelahiran ini adalah bahwa proporsi anakanak di bawah usia 15 tahun hampir separuh dari penduduk total di negara
berkembang, sedangkan di negara-negara maju kurang lebih seperempat
dari jumlah penduduk. Keadaan tersebut menyebabkan tinggi beban
tanggungan (Gambar 1.2)
Bab I. Negara Berkembang dan Negara Maju 7
4) Tingginya Tingkat Pengangguran Semu
Salah satu wujud utama dan faktor yang menyebabkan rendahnya
taraf hidup di negara berkembang adalah penggunaan tenaga kerja yang
tidak sesuai dan tidak efisien dibanding negara-negara maju. Keadaan
tersebut terwujud dalam dua bentuk. Pertama, dalam bentuk pengangguran
semu (under employment) yang
ditunjukkan oleh orang-orang pedesaan
dan perkotaan yang bekerja kurang dari
apa yang dapat mereka kerjakan (harian,
mingguan, atau musiman).
Pengangguran semu ini juga termasuk
mereka yang biasanya bekerja secara
penuh (full time) tetapi produktivitasnya
begitu rendah sehingga dengan
pengurangan-pengurangan jam kerja
tidak akan mempunyai pengaruh yang
berarti terhadap jumlah out put.
Bentuk yang kedua adalah
pengangguran terbuka (open employment) yaitu orang-orang yang mampu
dan sangat ingin bekerja tetapi tidak ada
pekerjaan yang tersedia bagi mereka. Keadaan ini berarti menuntut bahwa
lapangan kerja harus diciptakan dan harus disediakan sesuai dengan
perkembangan jumlah tenaga kerja.
5) Ketergantungan terhadap Produksi Pertanian dan Ekspor Produk
Primer
Sebagian besar atau sekitar 80% penduduk negara berkembang
bermukim didaerah pedesaan, sedangkan di negara maju kurang dari 30%.
Jika dilihat dari produksi tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian, maka
untuk negara berkembang adalah sekitar 69% dibandingkan dengan di negara
maju sekitar 18%. Sementara itu, kontribusi sektor pertanian terhadap GDP
adalah sekitar 30% di negara berkembang, sedangkan di negara maju hanya
berkisar 5%.
Pada umumnya perekonomian negara berkembang berorientasi
kepada produk-produk primer. Ekspornya produk-produk primer seperti bahan
(makanan, bahan baku/mentah, bahan bakar, dan bahan-bahan logam,
kontribusinya terhitung hampir 70% dari nilai ekspor keseluruhan.
6) Ketergantungan dalam Hubungan Internasional
Salah faktor yang sangat penting yang menyebabkan rendahnya taraf
hidup di negara-negara berkembang disebabkan karena pengangguran yang
tinggi, ketidak merataan pembagian pendapatan. Disamping itu masih adanya
Gambar I. 2. Suatu keluarga dengan jumlah tanggungan
(Sumber: www.google.com)
8 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas IX
ketergantungan antara
negara-negara miskin
kepada negara-negara kaya.
Dominasi kekuasaan
ekonomi dan politik terhadap
negara-negara miskin
tampak dalam pengendalian
pola perdagangan
internasional oleh negaranegara kaya. Tidak jarang
kekuasaan maju untuk
mendikte cara-cara dan
syarat-syarat dalam
mentransfer teknologi, bantuan luar negeri dan menyalurkan modal swasta
ke negara berkembang.
3. Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik negara-negara berkembang sebagian besar berada
dibelahan bumi bagian selatan. Negara-negara berkembang sebetulnya
banyak yang memiliki lingkungan fisik ang potensial untuk dikembangkan.
Namun karena keterbatasan dalam sumbedaya manusia dan peguasaan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi masih rendah, maka negara berkembang
cenderung belum bisa memanfaatkan sumberdaya alamnya secara
optimal,karena keterbatasan modal yang dimiliki.
Berkaitan dengan terbatasnya kemampuan sumberdaya manusia dan
modal, maka dijalin kerja sama antara negara maju dan berkembang. Negaranegara maju menanamkan modal di negara berkembang dengan mendirikan
industri. Kerjasama ini merupakan kerja sama yang saling menguntungkan.
Bagi negara maju keuntungannya adalah (1) Lebih mudah memperoleh bahan
mentah dan baku untuk industrinya (2) Tersedia tenaga kerja yang murah, (3)
Pemasaran yang mudah dan meluas.
Sebaliknya bagi negara berkembang, keuntungannya adalah; (1) mendapat
bantuan modal usaha, (2) Industri yang dibangun negara maju dapat
menciptakan lapangan kerja baru, (3) Aliran modal dari negara maju dapat
meningkatkan pendapatan negara berkembang,(4) Kegiatan industri dapat
membantu alh teknologi di negara berkembang.
b. Ciri-Ciri Negara Maju
Negara maju pada umumnya memiliki pertumbuhan penduduk yang kecil,
karena orientasi hidup mereka adalah untuk bekerja. Sementara itu negara maju
sudah menerapkan zerro population growth ( pertumbuhan penduduk kearah
nol) sebagai kebijakan negara. Disamping itu negara maju sudah mampu
Gambar I.3. Pengangguran semu di negara berkembang
(Sumber www.excellentmultimedia.wordpress.com)
Bab I. Negara Berkembang dan Negara Maju
9
mengelola sumberdaya alamnya secara efekif dan efesien
dengan menerapkan teknologi yang canggih. Industri
sekunder dan industri pertanian berkembang dengan pesat,
dengan teknolog canggih (Gambar 1.5 dan 1.6) Dalam
pengelolaan sumberdaya alamnya sudah memperhatikan
kelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan. Agar lebih
jelasnya marilah kita bicarakan ciri-ciri negara maju sebagai
berikut;
1. Segi Ekonomi (Pendapatan per Kapita)
Pertumbuhan ekonomi negara maju sangat pesat.
Sebagian besar penduduknya bekerja di sektor industri dan jasa. Pendapatan
per kapita penduduknya tinggi. Pendapatan per kapita beberapa negara maju di
dunia dapat diperhatikan pada Tabel 1.2 .
2. Kualitas Penduduk
a) Tingkat Pendidikan Tinggi
Masyarakat di negara maju umumnya memiliki pendidikan yang tinggi,
demikian juga dalam hal penguasaan ilmu dan teknologi berkembang dengan
pesat. Berkaitan dengan itu maka negara maju memiliki kemampuan untuk
mengelola sumberdaya alam secara optimal. Berbagai industri
mereka miliki muali dari industri ringan sampai ke industri berat.
Berkat penguasaan teknologi inilah maka masyarakat negara
maju berkembang menjadi masyarakat modern, kreatif dan
inovatif.
Sebagian besar Tingkat pendidikan di negara maju wajib
belajarnya sudah mencapai tingkat Sekolah Menengah Atas.
Contoh negara maju yang melaksanakan wajib belajar
setingkat SMA adalah Amerika Serikat, Australia, Inggris,
Prancis, Jepang, dan Singapura. Prasarana dan sarana
pendidikan di negara maju sudah memadai ketersediaannya ( Gambar 1.7
dan 1.8)
Kualitas penduduk suatu negara dapat diukur dari tingkat pendidikannya.
Mengapa? Karena tingkat pendidikan akan berpengaruh terhadap pola berpikir
seseorang, berpengaruh pula kepada tingkat kesehatan. Tingkat kesehatan
yang baik berpengaruh terhadap kelahiran bayi yang baik, tidak akan
mengalami kekurangan gizi, bahkan berpengaruh besar juga terhadap
kematian bayi. Kecilnya kematian bayi berpengaruh terhadap angka usia
harapan hidup.
Akibat pertumbuhan penduduk yang rendah, maka timbulah
permasalahan pendudk, yang dikenal dengan masalah kekurangan
penduduk.
Gambar 1.4 Industri Pertanian di AS
(Sumber : www.pakteguh.files.com)
Gambar 1.5 Industri Pesawat terbang
Boeing di AS
(Sumber : www.myfiles.com)
10 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas IX
b) Tingkat Produktivitas Tinggi
Produktivitas per tenaga kerja diperoleh dengan
menentukan keseluruhan produksi selama satu tahun dibagi
jumlah seluruh akatan kerja. Hal ini disebabkan karena
sebagian besar penduduk bekerja pada sektor industri. Industri
menyebabkan produktivitas tinggi, sehingga pertumbuhan
ekonomi negara makin cepat.
c) Tingkat Pertumbuhan Penduduk
Tingkat pertumbuhan penduduk di Negara-negara maju
relative rendah, yaitu dibawah 1% per tahun. Hal ini
disebabkan karena angka kelahiran dan kematian sudah
Tabel 1.2
Pendapatan per Kapita Beberapa Negara Maju di Dunia Tahun 2006
Sumber : World Population Data Sheet, 2006
No Negara Pendapatan per Kapita
(dalam US $)
1 Amerika Serikat 41.950
2 Kanada 32.220
3 Australia 30.610
4 Belanda 32480
5 Perancis 30.540
6 Inggris 32.690
7 Jerman 29.210
8 Italia 28.840
9 Jepang 31.410
10 Singapura 29.78
Tugas Kelompok
Bentuklah kelompok 3-5 orang
a. Carilah informasi tentang pendapatan perkapita dari negarapnegara maju
lainnya, diluar tabel 1.2 Sumbernya boleh dari internet atau dari buku
ensiklopedi
b. Susunlah data tersebut dalam suatu tabel
c. Tentukan secara beurutan data pendapatan per kapita tersebut berdasarkan
lokasi benuanya.
d. Tuliskan alasannya mengapa negara-negara tersebut pendapatan per
kapitanya tinggi?.
e. Presetasikan hasil kerja kelompo kkalian di depan kelas
Tugas 1.1
Gambar 1.6
Prasarana dan sarana Pendidikan di
Negara Maju sudah baik
Sumber: Microshoft Encarta Encyclopedia
Bab I. Negara Berkembang dan Negara Maju
11
dapat dikontrol dan sebagian besar penduduk berstatus menikah
telah menggunakan alat kontrasepsi. Angka kematian bayi di
negara maju berkisara antara 8 – 14 orang per 1000 jiwa,
Begitu pula angka kematian berkisar anatar 4 – 10 orang per
1000 jiwa, Indikator tingkat pendidikan dan kesehatan, serta
kecilnya kematian, menunjukkan baiknya kualitas penduduk
negara maju. Agar kalian memperoleh gambaran yang lebih
jelas, perhatikan tabel 1.3.
d) Tingkat Pengangguran Semu
Pengangguran semu tidak terjadi karena lapangan kerja
cukup tersedia, dibidang industri, penggunaan tenaga kerja yang sesuai
dengan bidangnya, lebih profesional, dan efisien, dibanding negara-negara
berkembang.
e) Produk Utamanya barang sekunder dan tersier
Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan didukung oleh
sumberdaya alam berupa hasil tambang seperti biji besi, tembaga dan lainlian. Barang tambang merupakan bahan baku bagi perindustrian.
Produk utamanya adalah barang-barang sekunder (manufaktur) dan
tersier (jasa). Ekspor utamanya terdiri dari barang-barang buatan pabrik,
seperti mesin-mesin, elektronik, bahan-bahan kimia, serta jasa.
3. Lingkungan Fisik
Luas wilayah negara-negara maju sama seperti halnya luas
di negara-negara berkembang sangat bervarisi ada yang luas
seperti Amerika Serikat, tetapi ada yang sempit sepeti Jepang,
Singapura. Demikian pula kepemilikan sumberdaya alamnya
bervariasi, ada yang kaya bahan tambang, ada pula miskin
sumberdaya alamnya seperti misalnya Jepang. Namun
lingkungan fisik ini nampaknya bukan merupakan kendala. Negara
maju yang meiliki sumberdaya alam yang sedikit masih saja
Tugas Mandiri
Perhatikan table 1.2, jawablah pertanyaan berikut ini!
1. Untuk Negara maju yang terletak di Asia, Negara mana yang paling
rendahpertumbuhanPetumbuhan penduduknya?
2. Mengapa pertumbuhan Negara tersebut rendah? Berikan
argumentasiJawaban kalian!
Tugas 1.2
Gambar 1.7
Kualitas Sumberdaya manusia di Negara
maju lebih unngul daripada
NegaraBerkembang
Sumber : www.clunk.com
Gambar 1.8
Lingkungan Fisik di Negara Maju
(Sumber: CD Corel)
12 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas IX
menjadi negara maju yang besar di dunia, seperti Jepang.
Industrinya maju pesat, perdagangannya juga maju.
Mengapa demikian karena ? Karena negara-negara maju
sudah mengelola lingkungan fisiknya secara maksimal.
Perhatikan perbedaan peneglolaan lingkungan fisik di
negara maju dan berkembang pada Gambar 1.7 dan 1.8.
Mengembangkan wilayah pantai menjadi kota-kota
pelabuhan yang strategis, untuk melakukan perdagangan
luar negeri. Pelabuhan berperan sebagai penyedia bahan
mentah demi kemajuan industri. Dalam hal pemanfaatan
energi alternatif sudah banyak dilakukan, misalnya dari sumberdaya air sebagai
pembangkit listrik, tenaga surya, tenaga angin dan panas bumi untuk kepentingan
industrinya.
C. Wilayah Persebaran Negara Berkembang dan
Maju
Pada bagian B kita telah menidentifikasi beberapa ciri negara berkembang
dan negara maju. Untuk mengetahui lebih dalam tentang berkembang dan negara
maju, pada bagian ini akan dibahas tentang wilayah persebarannya. Tahukah
kalian persebaran negara-negara berkembang di dunia? Coba kamu buka atlas, dimana saja persebaran negara-negara berkembang di dunia? Di benua
manakah sebagian besar penduduknya tinggal?
1. Wilayah Persebaran Negara – Negara Berkembang
Negara-Negara Berkembang sebagian besar terletak di Belahan Bumi
Tabel 1.3
Pertumbuhan Penduduk Negara-Negara Maju Tahun 2006
Sumber : World Population Data Sheet 2006
No. Negara Jumlah Angka Angka Pertumbuhan
Penduduk Kelahiran Kelahiran Penduduk
( Juta Jiwa) per 1000 jiwa per1000 jiwa (%)
1 Amerika Serikat 299,1 14 8 0.6
2 Kanada 32,6 11 7 0,3
3 Australia 20,6 13 6 0,6
4 Belanda 16,4 12 8 0,3
5 Francis 61,2 13 9 0,4
6 Inggris 60,5 12 10 0,2
7 Jerman 82,4 8 10 -0,2
8 Italia 59,0 10 10 0,0
9 Jepang 127,8 9 8 0,0
10 Singapura 4,5 10 4 0,6
Gambar 1.9
Lingkungan Fisik di Negara berkembang
Sumber : www.trekeath.com
Bab I. Negara Berkembang dan Negara Maju
13
Bagian Selatan, meliputi Benua Afrika, Benua Asia, dan Benua Amerika .
2. Wilayah Persebaran Negara-Negara Maju
Wilayah persebaran negara-negara maju sebagian besar terletak di
Belahan Bumi Utara, meliputi Benua Eropa, Asia dan Amerika. Di Benua
Asia terletak di Asia Timur.
1.Di Benua Eropa : Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, Spanyol, Swedia, Norwegia, Finlandia,Denmark,
Belgia, Swiss.
2.Di Benua Asia (Asia Timur) ; Jepang, Korea Selatan
3.Di Benua Asia ( Tenggara) ; Singapura
4.Di Benua Amerika; Amerika Serikat dan Kanada
5.Dibelahan Bumi Selatan: Australia dan Selandia Baru
Tugas Kelompok (Pekerjaan Rumah)
Bentuk kelmpok 3 – 5 orang. Ambil Atlas Dunia! Diskusi dengan
teman dalam Kelompok! Coba kalian identifikasi, kemudian
a. Gambarkan persebaran Negara-Negara Berkembang di Asia Tengah,
lalu beri tanda dengan nomor urut.
b. Persebaran Negara-Negara Berkembang di Amerika tengah, lalu beri
tanda dengan nomor urut
c. Diskripsikan Ciri-cirinya dari segi : (1) Ekonomi, (2) Pendidikan, (3)
Penduduk, (4) Lingkungan Fisik
d. Presentasikan pada pertemuan berikutnya di depankelas.
Tugas 1.3
Di Benua Asia
1.Di Asia Tengah: Kazakhtan,
Uzbekistan,Turkmenistan, Tajikistan,
Kirgistan, Afganistan
2. Di Asia Selatan : Bangladesh, India, Pakistan,
Nepal, Bhutan, Sri Lanka
3. Di Asia Barat: Irak, Iran, Tuki, Arab Saudi,
Yaman, Oman, Lebanon, dan Suriah
4. Di Asia Tenggara: Indonesia, Malaysia,
Laos,Fhilipina, Thailand, Myanmar, Kamboja,
VietnamBrunei Darussalam, Timor Leste
Di Benua Amerika:
1. Di Amerika Tengah: Meksiko, Guatemala,
Honduras, El Salvador, Panama, Belize, Kosta
Rika.
2. Di Kepulauan Karibia: Kuba, Haiti, Republik
Dominica, Jamaica
3. DI Amerika Selatan: Bolivia, Ekuador, Brasil,
Kolombia, Venezuela, Argentina, Cile, Uruguay
Paragua, Peru
Di Benua Afrika :
1. Di Afrika Utara: Sudan,Aljazair, Libia, Chad,
Niger Mesir, Maroko, Sahara Barat, Tunisia.
2.Di Afrika Timur: Ethiopia, Tanzania,
Somalia,Madagaskar, Kenya,Zimbabwe,
Uganda, Malawi,Burundi, Rwanda, Jibuti,
Reunion, Komoro, MauriTius, Seychelles.
3. Di Afrika Barat: Mauritania, Nigeria, Pantai
Gading,Burnika Faso, Guinea, Ghana,
Senegal, Benin, Sierra Leone, Togo, Guinea
Bissau, Gambia, Tanjung Verde
4. Afrika Tengah: Rep. Dem. Kongo, Angola,
Zambia, Republik Afrika Tengah, Kamerun,
Kongo, Gabon,Sao Tome and Principe.
5.Afrika Selatan: Afrika Selatan, Namibia,
Mozambik, Bostwana, Lesotho, Swaziland
14 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas IX
RANGKUMAN
Untuk mengidentifikasi suatu negara dapat dikategorikan negara
berkembang atau negara maju kita dapat melihatnya dari indikator berupa: (1)
Ekonomi (Tingkat pendapatan per kapita) rendah (2) Tingkat Pendidikan rendah
(3) Tingkat Produktifitas rendah (3) Tingkat Pertumbuhan Penduduk dan Beban
Tanggungan tinggi (4) Tingkat Pengangguran tinggi (5) Ketergantungan Produksi
primer, dan import produk sekunder (6) Lingkungan fisik belum baik.
Sementara itu ciri-ciri negara maju antara lain: (1) Pendapatan per Kapita
Tinggi (2) Tingkat Pendidikan Tinggi (3) Pertumbuhan penduduk kecil, (4)
Kegiatan ekonomi berbasis industri dan jasa, (5) Sebagian besar penduduk
tinggal di perkotaan, (6) Angka harapan hidup tinggi, (7) (8) Lingkungan Fisik
baik.
Wilayah persebaran Negara-negara berkembang sebagian besar terletak
di Belahan Bumi Bagian Selatan yaitu di Benua Asia, Benua Amerika dan Benua
Afrika. Wilayah persebaran Negara-negara maju sebagian besar terletak di
Belahan Bumi Utara, meliputi Benua Eropa, Asia, Amerika. Hanya Australia dan
Selandia baru terletak di Belahan Bumi Bagian Selatan
EVALUASI
A. Pilihlah jawaban yang paling benar, dengan memberi tanda silang (x)
pada huruf didepannya!
1. Terkait dengan aspek sosial, ekonomi dan politik pengelompokan Pada
awalnya
pengelompokan negara dibagi menjadi tiga, yang termasuk kelompok
pertama, adalah sebagai berikut:
a. Eropa, Amerika, Australia
b. Amerika, Jepang, Selandia Baru, Rusia
Bentuk kelompok 3-5 orang, ambil Atlas Dunia! Diskusikan dalam
kelompok
Coba kalian identifikasi, kemudian :
a. Gambarkan persebaran Negara-Negara Maju di Benua Asia Timur, lalu
beri wana dan nomor urut.
b. Diskripsikan ciri-cirinya dari segi; ekonomi, pendidikan, penduduk dan
lingkunganFisiknya.
c. Buat kesimpulan dan Presentasikan kedepan kelas
Kegiatan 1.2
Bab I. Negara Berkembang dan Negara Maju 15
c. Eropa Barat, Amerika, Jepang, Australia, Selandia Baru
d. Eropa Barat, Jepang, Rusia, Cina, Australia, Selandia Baru.
2. Indonesia sebagai negara Berkembang, dilihat pendapatan per kapitanya
memang rendah, untuk tahun 2006. kalau dibandingkan dengan sesama
negara berkembang lainnya di dunia, pendapatan per kapita Indonesia
menduduki urutan ke;
a. Kedua setelah Bangladesh
b. Pertama diatas India
c. Ketiga setelah Pakistan
d. Kelima setelah El Salvador
3. Salah satu ciri pada Negara-Negara Berkembang indikasinya adalah
produktivitas rendah.Untuk mengukur produktivitas dilakukan dengan
cara membandingkan antara,
a. Proses dengan output
b. Proses dengan input
c. Input dengan output
d. Output dengan input
4. Ciri-ciri dari negara maju adalah pendapatan per kapita tinggi, dan
pendidikan juga sudah tinggi. Dinegara maju wajib belajar yang
dilaksanakan disana adalah sampainke jenjang ;
a. Pendidikan tinggi
b. Jenjang SMP
c. Jenjang SMA
d. Sudah tidak ada wajib belajar
B. Jawablah dengan singkat!
1. Angka pertumbuhan penduduk di negara-negara maju cendrung kecil
karena orientasi mereka adalah kesejahteran. Persoalan yang timbul di
negara-negara maju kedepan ada. Berkaitan dengan hal tersebut,
persoalan apa yang sedang dihadapi oleh negara Jerman?
2. Tuliskan lima negara berkembang di wilayah persebaran Asia Tengah!
3. Tuliskan pula lima negara berkembang di wilayah persebaran Amerika
Tengah!
4. Tunjukkan pada peta, dua negara maju di wilayah persebaran Asia Timur!
5. Tunjukan pada peta, dua negara maju di wilayah persebaran Belahan
Bumi bagian Selatan!
16 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas IX
C. Isilah titik-titik pada tabel berikut dengan jawaban secara singkat dan
jelas! Tuliskan jawabanmu pada kolom dalan tabel berikut yang sesuai:
No Wilayah Nama Negara Nama Negara Maju
Persebaran Berkembang
1 Benua Eropa 1...................................
2...................................
3...................................
4...................................
5...................................
6...................................
7...................................
8...................................
9....................................
10..................................
No Wilayah Nama Negara Nama Negara Maju
Persebaran Berkembang
2
Benua Amerika/ 1...............................
AmerikaTengah 2...............................
3................................
4................................
5...............................
6...............................
7................................
8...............................
9................................
10..............................
Bab I. Negara Berkembang dan Negara Maju 17
REFLEKSI
Kalau kalian cermati di dunia ini ternyata lebih banyak negara-negara
berkembangdibandingkan dengan negara-negara yang maju. Kalian telah
mempelajarinya,berdasarkan ciri-cirinya dari negara berkembang dan negara
maju. Bagaimana pendapat kalian? Berdasarkan evaluasi yangtelah kalian
lakukanBagaimana tingkat penguasaan materi dalam bab ini. Berikan tanda
centang (V). Pada kotak yang kalian anggap sesuai!
No Materi Penguasaan Materi
Tdk menguasai Kurang menguasai Menguasai
1 Ciri-ciri negara
Berkembang
2 Ciri-ciri
negara maju
3 Wilayah
Persebaran
Negara
Berkembang
4 Wilayah
Persebaran
Negara Maju
18 Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas IX

Pengertian dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan

PENGERTIAN Seperti yang kita ketahui, setiap suatu bangsa mempunyai sejarah perjuangan dari para orang-orang terdahulu yang dinama terdapa...